Tips Memasang Pixel Facebook di WordPress

Alhamdulilah, tulisan saya sudah menginjak ke Bab 7 yang akan membahas secara detail cara memasang pixel Facebook di blog WordPress Anda, dan bonus tips optimasi yang biasa saya lakukan.

Ketika masuk ke website Tokopedia, melihat-lihat beberapa produk, tapi ngga jadi beli. Kemudian Anda membuka Facebook, eh ada iklan barang yang barusan Anda lihat muncul di timeline. Pernah mengalami ?

Itulah yang dinamakan dengan proses Retargetting. Anda “dianggap” tertarik dengan produk tertentu karena sudah melihat-lihat, kemudian Anda disodori iklan produk yang sama, dengan harapan akhirnya Anda akan membeli.

Proses retargetting hanya bisa dilakukan jika Anda memiliki data tracking di blog Anda.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah mengajarkan Anda cara memasang kode Analytics dan juga integrasi Google Webmaster untuk melihat data-data seputar blog Anda.

Anda seharusnya sudah bisa melakukan Remarketing pengunjung blog Anda menggunakan Google Ads, berbekal data-data yang sudah direkam oleh Google Analytics.

Pada tulisan ini, saya akan melengkapi proses retargetting tersebut menggunakan Facebook Ads, mengacu pada data-data pengunjung yang sudah ditangkap oleh pixel Facebook.

Apa Itu Pixel Facebook ?

Pixel Facebook adalah serangkaian kode Javascript milik Facebook yang dipasang di dalam blog Anda. Dengan begitu, sistem Facebook bisa mengumpulkan data user behaviour di dalam blog Anda.

Halaman mana saja yang dibuka, tombol mana saja yang di klik, bisa direkam oleh pixel Facebook dengan baik. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan kode Google Analytics.

Jadi alurnya adalah :

  1. Pengunjung datang melalui SEO, Google Ads & Facebook Ads.
  2. Seluruh aktivitas pengunjung direkam oleh kode Analytics dan Facebook.
  3. Anda bisa melakukan retargetting / remarketing berbekal data yang didapat.

Memang apa sih tujuan retargetting ? Banyak banget. Misalnya, Anda memiliki sebuah halaman produk. Ada 1.000 orang yang membuka halaman tersebut, namun hanya 120 orang yang akhirnya membeli.

Anda bisa follow up sisa pengunjung yang belum membeli melalui email, whatsapp, dan juga iklan Google Ads dan Facebook Ads. Anda mengingatkan kembali para pengunjung agar membeli produk Anda.

Kasusnya sama persis dengan Tokopedia yang saya bahas diatas tadi.

Seperti yang saya bilang pada tulisan sebelumnya, data adalah aset termahal blog Anda. Mungkin untuk saat ini Anda merasa belum membutuhkan, tapi saya sarankan untuk memasang data tracking seperti Analytics dan Pixel Facebook sejak awal.

Nanti, ketika pengunjung blog Anda sudah ramai, dan Anda hendak jualan produk ( misalnya ) Anda ngga perlu repot-repot mencari pelanggan. Tinggal retargetting saja pengunjung blog Anda.

Pengunjung blog Anda hampir bisa dipastikan sudah mengenal ( minimal tau ) blog atau brand Anda. Jadi ketika disodori iklan sebuah produk, mereka tidak terlalu asing lagi. Dan peluang terjadinya pembelian tentu lebih besar.

Sampai sini paham alurnya ?

Cara Memasang Pixel Facebook

Langsung saja, saya akan memandu Anda cara memasang pixel Facebook ke dalam blog WordPress Anda. Sampai titik ini saya asumsikan Anda memiliki akun Facebook yang aktif ya.

Langkah pertama, bukan tanda panah di ujung kanan atas, dan pilih “Create Ads” atau “Manage Ads” sama saja. Keduanya akan mengarahkan Anda ke dashboard Ads Manager. Lihat gambar dibawah ini.

Membuka Facebook ads manager
Cara masuk ads manager

Langkah kedua, Anda sudah masuk di halaman dashboard Ads Manager seperti gambar di bawah ini. Klik tulisan Facebook Ads di kiri atas untuk membuka seluruh menu. Cari tulisan “Pixels” dan klik untuk masuk.

Membuka halaman pixel facebook
Cari menu Pixel

Langkah ketiga, Anda sudah masuk halaman Pixel. Kalau Anda belum pernah membuat Pixel sebelumnya, klik Create Pixel di ujung kanan atas. Tapi kalau sudah memiliki Pixel, maka tampilannya seperti gambar di bawah ini.

Sama seperti kode Analytics, kode Pixel Facebook pun ada 2 jenis yaitu Pixel ID dan juga kode manual Javascript. Pixel ID bisa digunakan dengan tambahan plugin WordPress, dan ini tidak saya rekomendasikan.

Saya akan memandu Anda memasang Pixel Facebook secara manual. Selain caranya yang sangat mudah, tidak akan memberatkan blog Anda karena tidak memerlukan tambahan Plugin.

Tapi . . . Kalau Anda menggunakan tema LeadPress atau GeneratePress, sudah ada fitur khusus yang bisa digunakan untuk memasukkan kode Pixel. Tidak perlu cara manual, tidak perlu plugin tambahan.

Enak kan ? Makanya kenapa saya menyarankan Anda menggunakan tema-tema tersebut, hehe.

Oke, lanjut lihat gambar di bawah. Di bagian kiri atas ada Pixel ID, sementara diabaikan saja dulu, karena saya akan mengajarkan Anda memasang kodenya secara manual.

Lihat di kanan atas ada tulisan “Set Up” silahkan di klik.

Halaman pixel facebook
Setup Pixel

Setelah klik Set Up kemudian akan muncul pop up seperti gambar di bawah ini. Silahkan Anda memilih opsi “Manually Install the Code Yourself” untuk memulai proses manualnya.

Setup pixel Facebook secara manual
Pilih opsi manual

Langkah keempat, Anda masuk ke halaman pop up baru berisi serangkaian kode Pixel. Scroll sampai di poin nomor 2 seperti gambar di bawah ini. Ada keterangan yang saya lingkari, menyatakan bahwa kode Pixel ini dipasang di bagian Header blog Anda, sebelum tag </head>.

Ini adalah Pixel PageView atau bisa dianggap sebagai Pixel umum, yang akan ada di seluruh halaman blog Anda. Pada bagian kode Pixel, silahkan salin dan letakkan di notepad. Kemudian klik Continue.

Kode pixel PageView
Menyalin kode Pixel

Langkah kelima, Anda masuk ke halaman pop up selanjutnya. Ini adalah Pixel Event yang terdiri dari beberapa event mulai dari ViewContent, Search, AddToCart, Lead, Purchase, dan banyak lagi.

Masing-masing Pixel event ini digunakan untuk menandai sebuah halaman blog Anda dengan event tertentu. Di bagian bawah tulisan ini akan saya ajarkan tips optimasi Pixel event.

Lihat gambar di bawah ini, silahkan aktifkan Pixel ViewContent saja, karena di awal isi blog Anda baru artikel-artikel, jadi cukup gunakan jenis Pixel ini.

Aktifkan pixel ViewContent
Mengaktifkan event Pixel

Langkah keenam, masih di halaman pop up Pixel event, silahkan scroll ke bawah sampai menemukan kode Pixel ViewContent seperti gambar dibawah ini. Silahkan salin dan letakkan di notepad.

Pixel event diletakkan di bawah tag <body> seperti yang saya tunjukkan dengan tanda panah. Karena nantinya akan ada halaman-halaman lain yang membutuhkan event berbeda, makanya tidak diletakkan di header.

Jika sudah menyalin kodenya, klik Done.

Kode pixel ViewContent
Menyalin kode event Pixel

Langkah ketujuh, Anda akan memasang kode-kode Pixel yang sudah di salin tadi ( PageView dan ViewContent ) ke dalam blog WordPress Anda. Caranya sama dengan memasang kode Analytics.

Silahkan login ke dashboard WordPress Anda, kemudian masuk menu Appearance >> Editor >> Cari file Header.php di deretan kanan seperti pada gambar di bawah ini.

Cari kode <?php wp_head();?> di deretan atas, kemudian sisipkan kode Pixel PageView ( yang di copy pertama kali ) di bawahnya, seperti gambar di bawah ini. Jika sudah, silahkan klik Update file.

Memasukkan kode pixel PageView
Memasang kode Pixel di WordPress

Langkah ke delapan, masih di halaman yang sama, silahkan letakkan kode Pixel ViewContent dibawah tag <body> seperti pada gambar di bawah ini. Letaknya masih di deretan atas Header.php tidak jauh dari tag </head>.

Jika sudah klik Update File. Selesai, blog And sudah terintegrasi dengan Facebook Pixel, dan siap 24 jam untuk melacak data setiap pengunjung yang masuk ke blog Anda.

Memasukkan kode pixel ViewContent
Memasang kode event Pixel

Bagaimana cara memeriksa apakah Pixel yang sudah dipasang bekerja dengan baik ? Apakah bisa melihat aktivitas pengunjung berdasarkan data-data yang ditangkap Pixel Facebook ?

Saya akan mengajarkannya pada Anda.

Install Pixel Helper

Setelah selesai memasang Pixel Facebook mengikuti panduan diatas, hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah install Pixel Helper, sebuah ekstensi browser Chrome yang membantu Anda melihat Pixel apa saja yang aktif di blog Anda.

Silahkan download dan install Pixel Helper di halaman ini.

Jika sudah, maka akan muncul icon biru di kanan atas browser Anda seperti gambar di bawah ini. Silahkan Anda coba buka salah satu halaman blog Anda, dan klik icon Pixel Helper.

Ekstensi pixel helper di Chrome
Ekstensi chrome : Pixel helper

Akan tampak bahwa ada Pixel PageView dan ViewContent yang aktif ( centang hijau ) di halaman yang sedang Anda buka. Artinya, Pixel yang dipasang sudah bekerja dengan benar.

Tips Optimasi Pixel Facebook

Dalam proses belajar membuat blog, Anda harus akrab dan terbiasa dengan data. Karena pertumbuhan dan pencapaian blog Anda tergantung seberapa pintar Anda membaca dan mengelola data yang masuk.

Diatas saya sempat menyinggung mengenai Pixel Event yang ada bermacam-macam jenisnya. Nantinya Pixel Event tersebut berguna untuk proses funneling ( customer journey ) di dalam blog Anda.

Saya contohkan alur pertama :

  1. Pengunjung membuka halaman produk Anda ( Pixel ViewContent ).
  2. Pengunjung tertarik dan klik tombol Add to cart ( Pixel AddToCart ).
  3. Pengunjung masuk halaman berisi form order ( Pixel AddPaymentInfo ).
  4. Setelah mengisi form, klik submit, masuk halaman akhir berupa detail order ( Pixel InitiateCheckout ).
  5. Proses order selesai, pengunjung melakukan transfer dan konfirmasi di halaman konfirmasi.
  6. Selesai klik submit, akan masuk halaman terima kasih ( Pixel Purchase )

Pada alur pertama, terjadi tahapan-tahapan perjalanan pengunjung yang membuka halaman produk Anda, sampai pada akhirnya transfer dan melakukan pembelian. Alur ini biasa diterapkan di eCommerce.

Saya berikan contoh alur kedua :

  1. Pengunjung membuka halaman produk Anda ( Pixel ViewContent ).
  2. Pengunjung tertarik dan klik tombol chat Whatsapp ( Pixel Lead atau AddToCart ).
  3. Pengunjung chat dengan CS Anda sampai berhasil transfer.
  4. Pengunjung disuruh konfirmasi ke halaman konfirmasi.
  5. Selesai klik submit, akan masuk halaman terima kasih ( Pixel Purchase )

Contoh kedua adalah alur yang lebih sederhana, yang sering dipakai oleh teman-teman Digital Marketer karena menyesuaikan kebiasaan pembeli Indonesia yang masih suka chat Whatsapp dibanding isi form order di web.

Berbekal data-data pengunjung yang masuk ke masing-masing halaman pada 2 contoh alur diatas, akhirnya membentu sebuah kumpulan data yang bisa Anda retarget. Lihat gambar di bawah ini.

Berbagai aktivitas Pixel Event
Melihat aktivitas Pixel

Lihat kan ? Mulai dari pengunjung masuk di halaman pertama ( ViewContent ) sampai dengan proses selanjutnya mengalami penurunan yang signifikan. Artinya terjadi proses funneling disana.

Semakin sedikit pengunjung yang bisa sampai di tahap InitiateCheckout, artinya pengunjung yang memang benar-benar niat untuk melakukan sebuah transaksi di blog Anda terseleksi dengan sendirinya berdasarkan user behaviour.

Anda juga bisa melihat aktivitas masing-masing event, dengan cara klik “View Details” dibawah nama masing-masing Pixel event. Akan muncul halaman slide seperti gambar di bawah ini.

Aktivitas pixel PageView
Sumber URL

Saya mengambil aktivitas dari Pixel PageView. Anda bisa tau dari halaman mana saja pengunjung masuk ke blog Anda. Bahkan terlihat juga perangkat yang mereka gunakan. Menarik bukan ?

Penutup

Bahasan mengenai optimasi Pixel Facebook saya cukupkan dulu ya. Diawal-awal blog Anda belum memiliki banyak data, jadi belum saatnya membahas pengelolaan data Pixel Facebook lebih dalam.

Tujuan artikel di Bab 7 ini adalah Anda sudah berhasil memasang Pixel Facebook di blog WordPress Anda, dan memastikan bahwa Pixel berjalan normal dengan bantuan Pixel Helper.

Seiring berjalan waktu dan kunjungan yang terus masuk ke blog Anda, data-data Analytics dan Facebook akan mulai terkumpul, dan biasanya membentuk pola-pola tertentu.

Misalnya, usia dominan mulai terlihat, kota terbanyak asal pengunjung mulai tampak, dan banyak lagi data-data lainnya yang bisa Anda pelajari, dan tentunya dimanfaatkan.

Mulai pusing, atau masih semangat ? Hahaha.

Pada tulisan Bab 8 nanti saya mulai masuk pembahasan seputar konten artikel yang akan di produksi di blog Anda, diawali dengan panduan riset keyword yang benar dan efektif.

Mau Berkomentar ?