Panduan Setting Yoast Untuk Optimasi SEO

Di panduan sebelumnya, Anda sudah selesai melakukan instalasi beberapa plugin WordPress yang saya rekomendasikan. Kali ini, saya akan menuliskan secara khusus cara setting Yoast SEO yang terbaik untuk mengoptimasi blog Anda.

Sengaja artikel Bab 4 ini saya buat menjadi sebuah artikel tersendiri, karena peranan Yoast SEO sangat vital untuk masa depan blog Anda dalam mendulang traffic dari Google.

Traffic atau kunjungan pembaca adalah syarat mutlak agar blog Anda bisa digunakan sebagai mesin penghasil uang nantinya.

Cara Setting Yoast SEO

Ada 6 menu utama dari Yoast SEO yakni General, Search Appearance, Search Console, Social, Tools, dan Premium. Masing-masing menu memiliki sub-menu dan fungsinya masing-masing.

Melalui artikel ini saya akan menjelaskan secara detail panduang pengaturan Yoast SEO yang saya terapkan di seluruh blog-blog yang saya kelola. Silahkan disimak & dipraktekkan ya.

1. General

1.1. Dashboard

Yoast General Dashboard
Notifikasi

Masuk ke menu pertama yakni General, terdiri dari 3 sub-menu : Dashboard, Features, dan Webmaster. Pada gambar diatas adalah tampilan Dashboard Yoast, yang berisi notifikasi & pemberitahuan.

Nantinya, usahakan tidak ada pemberitahuan satupun pemberitahuan error di bagian ini setelah Anda melakukan beberapa pengaturan sesuai panduan artikel yang saya tulis ini.

Jadi silahkan lanjut ke sub-menu berikutnya.

1.2. Features

Pada sub-menu Features ada beberapa pengaturan On & Off yang bisa Anda terapkan, seperti pada gambar di bawah ini adalah pengaturan yang saya lakukan di semua blog saya.

Yoast General Features
General features
  • SEO Analysis : Memberikan indikator analisa SEO terhadap keseluruhan isi dan struktur artikel Anda. Indikatornya terletak di bagian bawah setiap post & page yang Anda buat ( di bagian editor ).
  • Readability : Memberikan indikator analisa keterbacaan dari artikel yang Anda tulis. Fitur ini lebih optimal digunakan untuk artikel berbahasa Inggris karena lebih ramah dengan kata-kata transisi dan Flesch Reading Ease.
  • Cornerstone Content : Sebuah fitur untuk menandai artikel-artikel pilar / utama di blog Anda. Dengan begini, secara tidak langsung Anda “memberi sinyal” pada Google artikel mana saja yang penting ( mengandung keyword yang sedang di optimasi ).
  • Text link counter : Fitur untuk menghitung jumlah link di dalam artikel Anda. Berguna dalam membangun struktur internal link blog.
Yoast features setting
General features ( lanjutan )
  • XML Sitemaps : Fitur untuk membuat struktur peta situs, atau daftar url post & page yang ada di dalam blog Anda. Fitur ini mempermudah Googlebot ( robot Google ) dalam merayapi situs Anda.
  • Ryte integration : Fitur yang memantau bahwa blog Anda masih terindeks dengan baik di mesin pencari.
  • Admin bar menu : Icon Yoast di deretan kiri atas dashboard WordPress blog Anda, yang juga berfungsi sebagai shortcut untuk beberapa fitur Yoast.
  • No advanced settings for authors : Fitur untuk menyembunyikan beberapa pengaturan penting Yoast dari dashboard kontributor / penulis di blog Anda ( jika Anda memiliki tim dalam mengelola blog ).

Berdasarkan beberapa penjelasan masing-masing fitur diatas, saya memutuskan hanya menyalakan fitur-fitur yang saya rasa penting / saya butuhkan dalam optimasi artikel di blog.

1.3. Webmaster Tools

Verifikasi Yoast webmaster
Verifikasi Webmaster tools

Masuk ke sub-menu terakhir pada bagian Yoast General, Anda akan menjumpai Webmaster tools. Seperti pada gambar diatas, fungsinya adalah untuk memverifikasi blog Anda agar bisa terindeks di mesin pencari.

Seperti Anda tau, ada beberapa platform mesin pencari besar di dunia ini, seperti Yandex, Bing, Baidu, dan raksasa Google. Sebenarnya Anda hanya perlu fokus pada Google saja sih.

Tapi tidak ada salahnya untuk memverifikasikan semuanya.

Cara verifikasinya juga cukup mudah. Klik pada link yang ada dibawah masing-masing kolom ( lihat gambar ) dan ikuti instruksinya. Anda akan diarahkan untuk membuat akun ( jika belum punya ) atau login.

2. Search Appearance

2.1. General

Masuk ke menu kedua Yoast, yakni search appearance. Seperti namanya, pengaturan-pengaturan yang ada disini berhubungan dengan tampilan isi blog Anda di mesin pencarian Google. Ada 6 sub-menu diantaranya General, Content types, Media, Taxonomies, Archives, Breadcrumbs dan RSS.

Yoast title separator
Yoast General Appearance
Site title & desc

Sub-menu yang pertama adalah General, seperti pada gambar diatas.

  • Title separator adalah pemisah antara judul artikel dan nama blog Anda pada tampilan mesin pencari. Misalnya seperti ini : Cara Membuat Blog Menggunakan WordPress – Muslimian.com
  • SEO Title dan Meta description adalah identitas blog Anda. Sisipkan kata kunci yang mewakili blog Anda, seperti contoh gambar diatas terdapat kata kunci “internet marketing”.
  • Knowledge Graph sama juga dengan metadata blog Anda, yang nanti akan tampil di Google’s Knowledge Graph. Pilihannya adalah Person atau Company.

2.2. Content Types

Masuk sub-menu bagian kedua yakni Content types. Bagian ini akan mengatur seperti apa tampilan judul dan deskripsi artikel-artikel di blog Anda ketika muncul di halaman mesin pencari Google.

Seperti pada gambar di bawah ini, pengaturan yang saya lakukan untuk Post dan Page adalah sama.

  • Show Posts in search result, artinya menampilkan artikel blog Anda di mesin pencari.
  • Date in snippet Preview, artinya menampilkan tanggal penerbitan artikel Anda di mesin pencari ( akan muncul di samping deskripsi artikel ).
  • Yoast meta box adalah kotak indikator untuk mempermudah Anda dalam mengoptimasi artikel dari sisi Onpage.
  • SEO title saya isi “title” agar otomatis mengambil dari judul artikel yang dibuat. Di bagian belakang ada “site title” defaultnya, tapi saya hapus.
  • Meta description saya kosongkan, karena di setiap artikel saya tulis manual di Yoast meta box, dengan menyisipkan kata kunci di dalamnya.
Yoast content types
Pengaturan tampilan post di SERP
Content type page
Pengaturan tampilan page di SERP

2.3. Media

Masuk di sub-menu ketiga cara setting Yoast SEO yang cukup simpel, yakni pengaturan terhadap media / gambar di blog Anda. Secara default saat Anda upload sebuah gambar di dashboard WordPress, maka sistem juga otomatis membuat sebuah halaman baru yang dikenal sebagai “attachment url”.

Halaman ini kosong & ngga ada fungsinya. Jadi Yoast menyarankan di pengaturan Anda pilih Yes, yang artinya semua attachment url otomatis di redirect ke media / gambar itu sendiri.

Kalau Anda pilih No maka semua attachment url akan terindeks di mesin pencari Google, dan itu bukan pertanda bagus, karena attachment url adalah halaman miskin konten yang tidak ada gunanya.

Yoast media setting
Pengaturan media ( gambar )

2.4. Taxonomies

Pada sub-menu selanjutnya, Anda akan melakukan pengaturan seputar kategori dan tag. Kalau saya memilih untuk tidak mengizinkan Googlebot mengindeks kategori dan tag.

Kenapa begitu ? Karena yang saya optimasi adalah masing-masing artikelnya, dan semua artikelnya berbeda. Jadi tugas kategori hanya untuk mengelompokkan dengan topik-topik sejenis saja.

Untuk tag kadang saya pakai, kadang tidak, karena fungsinya mirip kategori.

Beda cerita jika blog Anda adalah blog berita. Misalnya Anda mengulas berita tentang klub bola Juventus, yang pastinya beritanya tidak hanya satu, tapi banyak yang sejenis.

Nah disinilah kategori baru berperan. Kalau Anda mengoptimasi artikel yang membahas Juventus, tidak semua artikel Anda bisa masuk halaman pertama. Google tetap memilih satu yang paling relevan.

Oleh karena itu, sebaiknya yang di optimasi adalah kategori “Juventus” yang mewakili semua artikel yang membahas tentang klub bola Juventus. Dengan begitu hasilnya lebih relevan.

Yoast taxonomies setting
Pengaturan kategori
Taxonomies setting
Pengaturan tag & format post

Untuk kategori, tag dan post format saya berlakukan pengaturan yang sama. Semua saya set No dan semua kolom tersedia saya kosongkan. Pada gambar diatas ada bagian Category URLs, saya pilih remove.

Kalau di keep maka tampilan Url Anda menjadi : www.domain.com/category/blog. Kalau di remove maka Url nya menjadi lebih sederhana, yaitu www.domain.com/blog.

Ini masalah selera aja sih.

2.5. Archives

Kalau blog Anda hanya memiliki 1 Author saja, maka Author archive adalah sama dengan Homepage blog Anda. Jadi Yoast menyarankan untuk di disabled saja agar tidak terjadi duplikat konten.

Untuk Date Archive Setting juga saya set disabled.

Yoast archives appearance
Pengaturan archives

2.6. Breadcrumbs

Pada gambar dibawah fitur Breadcrumbs sengaja saya matikan, karena tema LeadPress yang saya pakai di blog ini sudah memiliki fitur Breadcrumbs di dalamnya.

Breadcrumbs selain berguna sebagai alat bantu navigasi yang memungkinkan pembaca memahami lokasi mereka saat ini dalam blog Anda, juga memiliki nilai baik untuk keperluan SEO.

Jadi kalau tema Anda belum memiliki fitur Breadcrumbs, saran saya sih aktifkan aja fitur ini. Cara menggunakannya tinggal klik aja link yang ada di bawahnya, akan mengarah ke artikel panduan Yoast.

Yoast breadcrumbs option
Pengaturan breadcrumbs

2.7. RSS

Masuk ke sub-menu terakhir dari menu Yoast Search Appearance, yakni RSS feed. Kebetulan saya tidak memanfaatkan fitur ini, jadi saya biarkan apa adanya seperti tampilan gambar di bawah ini.

Yoast RSS feed
Pengaturan RSS

3. Search Console

Kali ini masuk ke menu 3 yakni cara setting Yoast SEO dan diintegrasikan dengan Google Search Console / Webmaster. Perlu Anda ketahui, bahwa Google Search Console memiliki segudang fitur untuk memonitoring blog Anda.

Dengan fitur Yoast seperti pada gambar di bawah ini, akan mengintegrasikan profil blog Anda di Search Console dengan plugin Yoast di dalam blog Anda.

Caranya cukup mudah, tinggal masuk ke tab settings dan klik Reauthenticate with Google dan ikuti saja prosesnya hingga selesai.

Integrasi Yoast SE dengan Search Console
Integrasi dengan Webmaster

4. Social

4.1. Accounts

Pada bagian Yoast Social Anda akan banyak diminta melakukan pengaturan seputar data-data media sosial yang ingin dikaitkan dengan blog Anda.

Jadi saya sarankan Anda buat dulu akun media sosialnya, minimal Facebook, Instagram & Google+ deh. Sementara biarkan saja kosong tanpa postingan apa-apa.

Kemudian url masing-masing akun media sosial tersebut Anda masukkan ke dalam field Yoast Social Account seperti yang Anda lihat pada gambar dibawah ini.

Yoast social accounts
URL media sosial

4.2. Facebook

Pengaturan sub-menu Facebook diperlukan untuk mengatur tampilan artikel-artikel blog Anda saat di share / di post ke Facebook. Beberapa diantaranya seperti pada gambar di bawah ini.

  • Image Url ( Frontpage settings ) untuk menentukan gambar tetap halaman Homepage blog Anda ketika di share ke Facebook dan media sosial lainnya.
  • Title untuk menentukan judul tetap halaman Homepage blog Anda ketika di share ke Facebook dan media sosial lainnya. Saran saya samakan saja dengan meta title blog Anda.
  • Description untuk menentukan deskripsi tetap halaman Homepage blog Anda ketika di share ke Facebook dan media sosial lainnya. Saran saya samakan saja dengan meta description blog Anda.
  • Image Url ( Default settings ) untuk menentukan gambar tetap jika ada postingan / halaman blog Anda yang tidak memiliki featured image maka gambar yang ditampilkan adalah gambar default yang sudah diatur di bagian ini.
Yoast Facebook settings
Pengaturan tampilan di Facebook

4.3. Twitter

Pengaturan sub-menu Twitter juga berguna untuk mengatur tampilan thumbnail artikel Anda ketika di share / di post ke Twitter. Silahkan set seperti gambar di bawah ini.

Yoast twitter account setting
Pengaturan tampilan di Twitter

4.4. Pinterest

Kalau Anda tidak menggunakan Pinterest maka boleh melewatkan bagian ini. Tapi kalau Anda menggunakan, tidak ada ruginya meng-integrasikan media sosial tersebut dengan blog WordPress Anda.

Caranya ? Klik aja link yang tampak seperti pada gambar di bawah ini. Anda akan dibawa ke halaman Pinterest dan tinggal ikuti saja prosesnya. Copy meta tag ke field yang tersedia.

Integrasi Pinterest ke Yoast
Integrasi dengan Pinterest

4.5. Google+

Pada akun media sosial Google+ dikenal personal account dan brand account.

Kalau blog Anda punya profil bisnis ( ada tanda ceklis pada nama akunnya seperti akun ini ) maka masukkan Url nya ke field yang tersedia seperti pada gambar di bawah ini.

Integrasi Yoast dan Google +
Integrasi dengan Google+

5. Tools

5.1. Import & Export

Ini adalah menu tools yang disediakan oleh Yoast. Diantaranya Anda bisa melakukan export-import pengaturan plugin, file editor, dan bulk editor ( pengaturan sekaligus beberapa file ).

Kebetulan saya hanya memanfaatkan fitur file editor saja.

Yoast tools list
Yoast tools

5.2. File Editor

Pada sub-menu file editor ada fitur untuk membuat Robots.txt dan juga file .Htaccess. Kedua file ini punya peranan yang cukup penting untuk SEO dan performa blog Anda.

Kegunaan Robots.txt adalah untuk memberitahu Googlebot halaman-halaman mana saja yang diizinkan untuk di crawl dan ditampilkan di hasil pencarian Google.

Anda bisa mengikuti panduan pengaturan Robots.txt dari Yoast atau bisa melihat gambar di bawah ini. Semua blog saya memiliki pengaturan Robots.txt yang sama.

Yoast Robots.txt setting
Fitur editing Robots.txt

Beralih ke file berikutnya yaitu .Htaccess. Htaccess merupakan file text sederhana berformat ASCII yang bisa digunakan untuk merubah beberapa konfigurasi untuk mengarahkan pada web server Apache.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Htaccess, diantaranya :

  • Membuat halaman pesan error seperti “404 Wrong Page”
  • Mencegah Hot Linking dan bandwidth leeching
  • Mencegah akses terhadap file .htaccess
  • Redirect halaman tertentu

Dan masih banyak lagi kegunaannya, Anda bisa membaca artikel-artikel yang membahas Htacess lebih lengkap di internet.

Yoast Htaccess setting
Fitur editing .htaccess

6. Premium

Akhirnya sampai pada menu terakhir dari cara setting Yoast SEO yaitu akses Premium. Kebetulan saya belum pernah pakai versi premiumnya, karena versi gratisnya sudah lebih dari cukup fungsinya.

Anda bisa lihat pada gambar di bawah ini, fitur tambahan apa saja yang akan Anda dapatkan kalau menggunakan Yoast SEO Premium. Kalau dirasa belum butuh, yaudah ngga usah beli.

Yoast premium option
Yoast versi Premium

Penutup

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga panduan setting Yoast SEO versi saya yang cukup detail ini. Sengaja saya tulis terpisah, karena memang pembahasannya cukup panjang.

Plugin ini berperan banyak terhadap optimasi Onpage SEO dari blog Anda. Optimasi SEO memang mencakup banyak aspek, dan Yoast akan membantu memaksimalkan struktur Onpage blog Anda.

Selesai sudah pembahasan Bab 4 tentang cara setting Yoast SEO. Di tulisan selanjutnya saya akan memandu Anda melakukan pengaturan Google Analytics di blog Anda.

Masih semangat ngeblog ?

Mau Berkomentar ?