Cara Riset Dan Menganalisa Persaingan Keyword

Sempat saya singgung di tulisan Bab pertama tentang cara membuat blog, bahwa saya adalah penganut “aliran” manual, dan berfokus pada kualitas. Termasuk juga cara riset keyword untuk melahirkan artikel bernilai tinggi.

Tulisan yang ( lumayan ) panjang di Bab 8 ini akan membahas banyak hal tentang keyword, mulai dari perkenalan, cara riset, hingga menganalisa persaingan keyword yang akan Anda garap.

Pada 3 artikel sebelumnya, Anda sudah memasang perangkat data tracking di blog seperti Analytics, Webmaster dan Facebook pixel. Harapannya, ketika pengunjung mulai membanjir, Anda bisa memanfaatkan data yang masuk.

Namun sebelum berpikir terlalu jauh tentang artikel berkualitas yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung ke blog Anda, pastikan bahwa Anda sudah melakukan riset keyword dengan cara yang tepat.

Pada dasarnya keyword / kata kunci menurut saya hanya terbagi menjadi 2 jenis yaitu Short tail dan Long tail keyword. Sesuai namanya, short tail keyword berupa kata kunci 1 – 2 kata, dan long tail adalah kata kunci 3 kata atau lebih.

Lazimnya kebanyakan blogger akan menargetkan long tail keyword yang mayoritas memiliki tingkat persaingan lebih rendah untuk masuk ke halaman pertama. Saya pun menyarankan demikian untuk tahap awal.

Selain itu, long tail keyword biasanya lebih spesifik, sehingga pengunjung yang datang lebih tertarget. Seandainya Anda jualan bunga dan punya toko di Bekasi, lebih baik menargetkan keyword “toko bunga” atau “toko bunga di bekasi timur” ?

Memahami Search Intent

Sebelum masuk ke panduan riset keyword, Anda perlu memahami dulu tujuan sebuah keyword. Yap, benar sekali, Anda harus mengerti dan jangan sampai salah membuat artikel hanya karena tidak memahami tujuan keyword.

Misalkan ada seseorang yang mengetikkan keyword “kaos polos online di Jakarta“, maka apa yang kira-kira dibutuhkan oleh orang ini di mesin pencari Google ?

  1. Mencari artikel yang membahas kaos polos ( bahan, warna, model, dll ).
  2. Mencari penjual kaos polos di Jakarta yang bisa dibeli secara online.

Maka sudah pasti jenis informasi nomor 2 yang diinginkan oleh orang tersebut. Dan sudah pasti barisan website yang akan muncul di halaman pertama Google adalah toko online / marketplace.

Jadi kalau Anda menargetkan keyword “kaos polos online di Jakarta” dengan konten berupa artikel maka akan sangat sulit untuk menembus halaman pertama. Karena search intent keyword dan isi konten tidak selaras.

Saya biasanya membedakan search intent dari sebuah keyword ke dalam 2 bagian sederhana, yakni informational keyword dan juga transactional keyword. Meski berbeda, keduanya saling melengkapi.

1. Informational

Sesuai namanya, keyword yang termasuk dalam kelompok ini adalah keyword yang mengandung informasi, biasanya kontennya berupa artikel, dan volume pencariannya sangat besar. Itulah mengapa mayoritas blog yang beredar di jagat maya berisi artikel informasi.

Contohnya :

  • 10 hotel terbaik di Bandung.
  • Cara membersihkan jerawat batu.
  • Gunung tertinggi di Indonesia.
  • Tutorial membuat slime.
  • Daftar pantai di Jawa timur.

2. Transactional

Masih ingat keyword “kaos polos online di Jakarta” ? Ini adalah jenis transactional keyword. Dengan kata lain, keyword yang termasuk dalam jenis ini adalah yang akan menghasilkan konversi ( umumnya penjualan ).

Volume pencariannya memang tidak sebesar informational keyword, namun tingkat persaingannya jauh lebih tinggi, dan juga bisa menghasilkan konversi, diantaranya penjualan. Sehingga keyword jenis ini banyak diburu.

Siapa sih yang ngga mau dagangannya tampil di halaman pertama Google dan banjir penjualan ?

Contohnya :

  • Jual mobil bekas Surabaya.
  • Kaos polos online di Jakarta.
  • Baju koko Pakistan untuk pria.
  • Jasa desain undangan pernikahan.
  • Jasa pembuatan website murah.

Cara Riset Keyword Yang Efektif

Kalau sudah membaca sampai sini, saya harap Anda sudah memahami betul apa itu search intent sebuah keyword. Karena saya jumpai masih banyak sekali yang salah persepsi soal ini.

Cara riset keyword yang saya ajarkan sangat sederhana, dan masih saya lakukan hingga hari ini. Keyword adalah acuan awal Anda dalam membuat sebuah artikel yang berkualitas.

Dengan adanya algoritma Google Rank Brain yang sudah semakin cerdas dan bisa berpikir selayaknya manusia, maka sudah seharusnya Anda fokus pada kualitas tulisan yang akan dibuat.

Bagi saya, kualitas artikel terbaik tidak terlalu sulit untuk menembus halaman pertama, meskipun kata kunci yang diusung di dalamnya memiliki persaingan tinggi. Dan berlaku sebaliknya.

Tool terbaik yang saya rekomendasikan untuk membantu Anda meriset keyword adalah Ahrefs. Namun kendalanya harga berlangganan yang cukup menguras kantong. Kurang cocok untuk blogger yang baru memulai.

Jadi pada tulisan ini saya memanfaatkan tool gratis, yaitu Ubersuggest. Tool ini mendadak jadi primadona semenjak diakuisi blogger ternama Neil Patel dan dibekali banyak fitur “rasa” premium di dalamnya.

1. Mulai Dari Sebuah Ide

Masih ingat di awal artikel tentang membangun blog saya menyuruh Anda untuk menentukan topik / tema blog Anda ? Nah, sebaiknya Anda mulai dari topik tersebut, tentukan sebuah ide.

Ada yang menyebut fase ini sebagai tahapan mencari seed keyword, atau keyword benih, yang nantinya bisa di gali lebih dalam lagi untuk menemukan kata kunci potensial lainnya.

Ada beberapa cara yang biasa saya lakukan untuk menemukan ide :

  • Brainstorming ide di kepala saya.
  • Melihat daftar kategori di Marketplace.
  • Blogwalking / melihat web kompetitor.

Misal topik yang dipilih kesehatan. Saya memikirkan beberapa ide :

  • Perawatan wajah.
  • Perawatan rambut.
  • Jenis-jenis penyakit.
  • Organ kewanitaan.

Ketiga ide / seed keyword diatas berasal dari brainstorming isi kepala saya secara spontan. Nantinya, ide-ide tersebut akan dibedah lebih dalam lagi untuk dicari keyword-keyword turunannya.

2. Tentukan Keyword Utama

Di langkah kedua Anda mulai menggunakan Ubersuggest. Saya coba mengambil salah satu seed keyword diatas untuk dilihat lebih jauh data-datanya. Saya mengambil keyword “perawatan rambut“.

Buka halaman https://neilpatel.com/ubersuggest/ dan ketikkan keyword “perawatan rambut” pada kolom yang tersedia. Jangan lupa mengganti negara ke Indonesia, karena Anda akan menargetkan pengunjung dari Indonesia.

Tool untuk riset keyword Ubersuggest
Ubersuggest

Anda akan dibawa ke halaman baru yang berisi beberapa data untuk keyword “perawatan rambut”. Kemudian silahkan klik Keyword Ideas di deretan menu di kiri layar laptop Anda.

Jika sudah, Anda akan masuk ke halaman baru. Tampilan di sebelah kanan adalah urutan website yang menempati halaman pertama Google. Anda fokus pada tampilan yang sebelah kiri saja, seperti gambar di bawah ini.

Fitur related keywords Ubersuggest
Daftar related keyword

Ubersuggest menyuguhkan 805 ide kata kunci yang terkait dengan “perawatan rambut” yang sudah Anda ketik. Ada beberapa kolom di tabel tersebut yang menampilkan data.

  • Keyword menampilkan daftar kata kunci.
  • Vol menunjukkan volume pencarian bulanan.
  • CPC adalah cost per click ( untuk kebutuhan advertiser & publisher ).
  • PD adalah paid difficult, atau persaingan di Google Ads.
  • SD adalah search difficult, atau persaingan di SEO.

Kalau saya hanya fokus pada nama keyword dan volume pencarian bulanan. Untuk menganalisa tingkat kesulitan saya memiliki metode tersendiri, yang juga cukup sederhana. Saya akan bagikan kepada Anda di akhir tulisan ini.

Dari berbagai macam daftar diatas, saya memutuskan memilih keyword “cara mengatasi rambut rontok” sebagai salah satu keyword utama yang akan saya optimasi ke halaman pertama.

Apa pertimbangan saya memilih keyword tersebut ?

  • Volume pencarian cukup besar 22.200 / bulan.
  • Search intent jelas : membantu orang mengatasi masalah kerontokan rambut.
  • Topiknya abadi, tidak terpengaruh oleh waktu.

Namun perlu dicatat, data ini baru sementara, karena saya belum menganalisa tingkat persaingannya kan. Jadi saran saya Anda mengumpulkan beberapa keyword utama sebagai cadangan.

Yang jelas, keyword utama adalah garda terdepan blog Anda nantinya, yang akan berperan sebagai mesin untuk mendatangkan traffic pembaca. Jadi pilih beberapa kata kunci sebagai pembanding.

3. Mencari Related Keyword

Tahapan ketiga cara riset keyword yang biasa saya lakukan adalah mencari related keyword, untuk mendukung keyword utama yang akan di optimasi. Ingat, related keyword tidak sama dengan similar keyword.

Contohnya :

  • Cara mencegah kerontokan rambut.
  • Mengobati rambut rontok pada wanita.

Kedua keyword diatas adalah contoh similar keyword dari “cara mengatasi rambut rontok”, dan bukan itu yang saya cari. Similar keyword lebih sering disebut sebagai LSI ( Latent Semantic Indexing ) keyword, atau sinonim.

LSI biasanya diletakkan di berbagai titik di dalam artikel utama. Bukan berfungsi sebagai artikel pendukung / artikel terkait. Contoh related keyword dari “cara mengatasi rambut rontok” antara lain :

  • Jenis-jenis rambut wanita.
  • Jenis cat rambut yang dapat merusak.
  • Bahan alami terbaik untuk kesehatan kulit kepala.

Lihat perbedaannya ? Related keyword tidak selalu membahas hal yang sama dengan artikel utama. Bahkan bisa jadi jauh berbeda. Tujuannya adalah untuk menunjang artikel utama.

Nantinya artikel utama & artikel pendukung akan disatukan dalam sebuah struktur dan saling terkait melalui konsep internal link yang baik ( akan saya bahas di bab selanjutnya ).

Banyak yang terjebak mencari related keyword di Google Keyword Planner atau Ubersuggest, yang ada malah hasilnya mirip-mirip. Misalnya :

  • Cara mengatasi rambut rontok.
  • Cara mengatasi kerontokan dengan minyak zaitun.
  • Penyebab rambut rontok pada wanita.
  • Cara mencegah kerontokan rambut.

Kalau setiap keyword diatas dibuat artikelnya, dijamin akan mirip hasilnya, karena memang search intent keyword-keyword nya juga mirip. Buat apa pengunjung disuruh membaca artikel yang mirip-mirip padahal intinya sama ?

Itulah pentingnya search intent.

Lalu darimana menemukan related keyword ? Cara terbaik adalah brainstorming dari ide di kepala Anda. Temukan hal-hal menarik yang masih berkaitan dengan topik keyword utama.

Setelah ketemu beberapa daftar related keyword, baru kemudian di cek volume pencariannya dan dipilih yang potensial. Biasanya artikel pendukung volumen pencariannya lebih sedikit, dan spesifik ( long tail keyword ).

Contoh lainnya, misal Anda memiliki keyword utama “cara membuat blog”, kemudian membuat beberapa artikel pendukung yang menargetkan kata kunci :

  • Cara install WordPress.
  • Cara memilih tema WordPress.
  • Plugin WordPress yang bagus.

Nah, pasti mulai paham kan apa itu related keyword ?

Related keyword yang memiliki tingkat persaingan kecil ( saya biasanya mencari related keyword dengan volume di bawah 500 per bulan ) diharapkan bisa lebih cepat masuk ke halaman pertama.

Setalah blog memiliki kunjungan yang stabil, banyak artikel pendukung yang berada di top 10 Google, baru saya bergerak mengoptimasi artikel utama dengan tingkat persaingan yang lebih berat.

Begitu strateginya.

4. Analisa Persaingan

Sampai di tahap ini, saya anggap Anda sudah memiliki setidaknya 3 – 5 keyword utama dengan volume pencarian besar, dan 10 – 15 keyword pendukung / related keyword dengan pencarian lebih kecil / long tail keyword.

Sebagai contoh, saya memiliki keyword utama :

  • Cara mengatasi rambut rontok

Dan saya pun memiliki beberapa keyword pendukung :

  • Jenis-jenis rambut wanita.
  • Jenis cat rambut yang dapat merusak.
  • Bahan alami terbaik untuk kesehatan kulit kepala.

Related keyword / keyword pendukung biasanya jarang saya analisa, karena volume pencariannya kecil, otomatis tingkat persaingannya sudah pasti kecil. Saya fokus menganalisa keyword utama.

Seperti saya bilang diatas, keyword utama nantinya menjadi artikel utama yang menggiring traffic terbesar ke blog Anda. Jadi jangan sampai salah memilih keyword utama, agar tidak membuang waktu sia-sia.

Ada 5 parameter yang saya cek ketika menganalisa tingkat persaingan. Parameter sederhana ini saya temukan dari salah satu artikel di blog guru saya, mas Vatih. Untuk tahap awal sangat membantu sekali.

4.1. Jumlah Pencarian

Jumlah pencarian tidak sama dengan volume pencarian ( meskipun kalimatnya mirip, hehe ). Maksudnya jumlah pencarian adalah jumlah artikel yang menargetkan keyword yang kita bidik.

Misalnya keyword “cara mengatasi rambut rontok” dengan jumlah pencarian 2.5 Juta. Patokan maksimal saya adalah 1.5 Juta pencarian. Kalau diatas itu, pilihannya hanya ada 2 :

  • Melepaskan keyword tersebut.
  • Tetap menggarapnya, dengan resiko mengeluarkan tenaga, waktu ( dan biaya ) lebih banyak saat melakukan optimasi Offpage SEO.
Jumlah pencarian kata kunci
Jumlah artikel untuk sebuah keyword

4.2. Apakah Ada Iklan ?

Ketika saya ketikkan “cara mengatasi rambut rontok” di mesin pencari, tidak ada iklan yang tampil. Bandingkan dengan kata kunci “jasa seo” yang saya ketik seperti gambar di bawah ini.

Contoh keyword dengan persaingan tinggi
Contoh iklan di Google

Deretan 4 teratas aja dipenuhi oleh iklan. Hasil pencarian organiknya tak nampak, harus scroll ke bawah dulu. Jumlah pencariannya pun mencapai 11 Juta pencarian. Butuh keahlian khusus untuk mengerjakan keyword ini.

Untuk fase-fase awal Anda ngeblog, hindari keyword dengan ciri-ciri seperti diatas, dijamin akan membuang-buang waktu Anda ketika mengoptimasinya. Yang ada malah berhenti ngeblog karena tak kunjung berhasil.

4.3. Adakah Situs Gratisan ?

Perhatikan 10 deretan teratas di halaman pertama Google. Apakah ada blog yang masih menggunakan platform gratisan seperti namadomain.blogspot.co.id atau namadomain.wordpress.com ?

Kalau masih ada, besar kemungkinan Anda masih bisa merangsek ke halaman pertama menggeser mereka.

4.4. Jumlah Kata di Artikel

Salah satu cara riset keyword dan analisa yang saya lakukan, saya biasanya membuka 3 besar blog yang bertengger dan memeriksa panjang artikel mereka. Kalau masih di bawah 1.500 kata artinya masih besar peluang saya untk masuk ke 3 besar.

Soal panjang artikel memang masih jadi perdebatan. Ada anggapan bahwa jumlah kata tidak mempengaruhi peringkat sebuah artikel di SEO. Kalau saya sih termasuk yang tidak setuju dengan anggapan itu.

4.5. Cek DA / PA Kompetitor

DA adalah Domain Authority atau nilai otoritas sebuah web ( secara keseluruhan ), dan PA adalah Page Authority atau skor otoritas sebuah halaman artikel.

Skor dengan range 0 – 100 ini dicetuskan oleh MOZ, perusahaan yang berfokus pada riset seputar Search Engine Optimization.

Memang bukan parameter resmi yang dikeluarkan oleh Google, dan belum bisa dipastikan kebenarannya 100%. Namun setidaknya bisa jadi gambaran / patokan performa blog-blog yang bersaing di halaman pertama.

Kalau Anda menemukan skor DA > 35 lebih dari 5 website, atau skor PA > 25 lebih dari 5 blog di halaman pertama, artinya persaingan lumayan berat. Anda bisa mencari keyword lain, atau tetap melanjutkan dengan usaha ekstra.

Parameter PA / Da dari Moz
Cek DA / PA menggunakan ekstensi Moz

Darimana patokan angka DA 35 dan PA 25 ? Itu hanyalah patokan untuk saya pribadi. Anda boleh memakainya, boleh tidak. Nanti semakin sering riset keyword yang Anda lakukan, pasti bisa mengira-ngira sendiri.

Cara memunculkan DA / PA sebuah website seperti pada gambar diatas bisa menggunakan extension Chrome : MozBar. Setelah install silahkan login, atau sign up jika belum memiliki akun MozBar.

Catatan : Dari kelima variabel diatas saya paling concern dengan poin 4.2 dan 4.5. Jika ada banyak iklan, atau nilai DA / PA lebih tinggi dari standart saya, biasanya saya cenderung mundur.

Kalau poin-poin lainnya terkadang saya berikan toleransi cukup longgar, dan tetap menggarap keyword tersebut meskipun tidak ada situs gratisan, atau jumlah pencarian diatas 1.5 Juta, misalnya.

5. Mengelompokkan Keyword

Selesai melakukan analisa persaingan keyword-keyword utama yang akan Anda garap, dan sudah mengeliminasi beberapa diantaranya, kini saatnya Anda mengelompokkannya.

Lebih tepatnya menggabungkan dengan related keyword.

Contohnya keyword utama saya “cara mengatasi rambut rontok” saya kelompokkan dengan related keyword lainnya :

  • Jenis-jenis rambut wanita.
  • Jenis cat rambut yang dapat merusak.
  • Bahan alami terbaik untuk kesehatan kulit kepala.

Mengelompokkan keyword biasanya saya lakukan berdasarkan :

  • Topiknya berkaitan / related.
  • Volume pencarian ( Besar dengan kecil ).
  • Search intent.

Kenapa harus dikelompokkan ? Ini adalah salah satu strateginya, namun masih berkaitan dengan pembahasan di bab selanjutnya. Jadi Anda simak saja dulu ya.

Penutup

Akhirnya selesai juga panduan cara riset keyword yang sederhana namun cukup efektif. Kalau Anda sudah memiliki jam terbang yang cukup, saran saya berinvestasi dengan berlangganan Ahrefs.

Karena tool tersebut akan sangat memudahkan dan mempercepat proses riset Anda. Selain itu, database keyword yang ditampilkan, dan fitur-fiturnya juga jauh lebih banyak dibandingkan Ubersuggest.

Pada artikel Bab 9 saya akan memandu Anda bagaimana cara membuat konsep internal link yang baik terhadap keyword-keyword yang sudah Anda kelompokkan sebelumnya.

Dengan begitu, struktur blog Anda akan lebih solid, dan memudahkan Googlebot untuk merayapi seluruh artikel di blog Anda secara merata. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya.

Mau Berkomentar ?